Esok Yang Telah Berlalu

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum.

Kalau tulisan ini lagi kamu baca, itu tandanya kamu sedang liburan atau emang lagi boleh megang hp, secara di pondok kan ya ga boleh megang hp, hehe..

Yang pasti, dimana dan bagaimanapun keadaanmu saat ini, aku harap lindungan Allah selalu mengiringi setiap langkah yang kamu jalani.


Kamu pernah berkata, kalau kamu adalah orang yang paling beruntung karna pernah mengenalku, tapi sayangnya aku tidak seberuntung kamu yang sampai saat ini masih bisa dikelilingi oleh orang-orang berhati ikhlas dan tulus di tiap-tiap kerjaannya dengan segala kesibukan yang ada.

Dengan atau tanpa kamu sadari pun, percayalah akan selalu ada orang-orang yang dengan tulus berbaik hati kepadamu, bahkan jika tidak ada, kuharap kamulah yang akan menjadi orang tersebut bagi orang lain.

Dan saat hal itu terjadi, carilah seseorang yang benar-benar akan mengerti kamu tanpa perlu menjadi orang lain. Dari situ, maka nilailah seseorang dari kebaikan yang dia lakukan walau hanya satu, jangan pernah sebaliknya.


Kali ini, biarkan aku yang berterima kasih kepadamu, telah menjadi tempat kembali saat aku tidak tahu lagi harus kemana, menjadi tempat keluarnya segala keluh kesah yang pernah kumiliki, menjadi tempatku menunjukkan diriku yang benar-benar aku, bukan aku menurut orang lain. Untuk itu, mungkin seribu terimakasih pun tidak akan cukup. Sedikit berlebihan sih, haha..


Ingatkah kamu, ketika air mata itu jatuh, pada malam yang dingin bercampur dengan angin yang menusuk kulit, di depan kamar yang posisinya berhadapan dengan dapur umum, mungkin hanya akan menjadi kenangan yang tak berarti bagimu, tapi bagiku akan selalu menjadi pelajaran berarti, tentang arti teman yang sesungguhnya. Untuk itu satu terimakasih lagi untukmu.


Tentang hari esok yang akan lebih baik, dan ku ucapkan padamu dua atau tiga tahun yang lalu itu, kuharap benar-benar terjadi dalam kehidupanmu, karna sungguh saat mengatakannya bahkan aku juga tidak benar-benar tahu, apa yang sebenarnya akan terjadi saat itu.

Dan saat kupikir lagi, hari esok yang kita miliki sangat berbeda, esok yang lebih baik bagiku belum tentu baik bagimu, tapi esok yang baik bagimu akan selalu jadi esok yang baik bagiku.


Tentang bagaimana kita berpisah, jangan pernah kamu pikirkan lagi, tiap orang akan selalu punya jalan sendiri untuk menuju kesuksesan, dan kuyakin saat ini kita sama-sama sedang berada pada jalan kita masing-masing untuk mencapainya.


Jika kau tanya bagaimana keadaanku disini, mungkin perlu berlembar-lembar tulisan untuk satu hari saja yang akan kuceritakan, mungkin lebih mudah saat kita bertatap mata dan kuceritakan secara langsung. Yang pasti aku baik-baik saja dengan segala kekurangan yang ada.


Satu lagi pesan terakhirku untukmu sebelum kuakhiri tulisan ini, jangan pernah buang waktumu untuk seseorang yang bahkan tidak pernah memikirkan dirimu.


Saling mendoakan.

_________________


Sarir, 8 Nov 2020


Komentar

Postingan Populer