Ujian terakhir di tahun 2020

Hari ini aku mau cerita.


Aku nulis disini setelah beberapa hari kejadian ini terjadi, emang agak telat sih.. tapi ya cuma pengen cerita aja tentang hari itu, karna menurutku hal itu termasuk pengalaman yang bisa bikin aku ingetin diri buat ga salah lagi dilain waktu.


Jadi langsung aja ya gausah banyak basa basi.


Hari itu adalah hari ujian akademik terakhir buatku di tingkat 1 atau kalo di indo semester 2 lah, nah berhubung tahun ini adalah tahun pandemi, ya seperti yang kalian tau, korona everywhere bikin semuanya serba berubah.


Jadi ujian kenaikan semester di kampusku ada dua tahap, yang pertama ujian lisan atau syafahi, dan yang kedua ujian tulis atau tahriri, nah ujian tulisnya tetep diadain tapi diganti jadi pengumpulan makalah tiap matkul yang kita ikutin dan ujian-ujian itu udah lewat berbulan-bulan yang lalu, dan ujian lisan tadinya bakal ditunda nunggu keputusan dari pihak kuliah, eh bentar deh.. bukan ini yang mau aku bahas, malah jadi kemana-mana kan.


Oke to the point, jadi berhubung tahun ini pandemi tadinya ujian lisan Al-Qur'an yang biasanya diadain offline tiap tahun itu bakal ditiadakan atau ditunda di ujian tingkat selanjutnya, tapi karna keadaan korona virus disini mulai menurun, ujiannya tetep diadain sesuai dengan jadwal dan protokol kesehatan yang terpenuhi.


Hari itu aku berangkat ke kuliah buat ikut ujian Qur'an bareng temen, sesampainya disana dengan keadaan penuh sama orang yang megang Qur'an buat hafalan jadi bikin aroma-aroma nervous dikelilingku bertambah buat masuk ruang ujian.

Karna gerbang gedung ruang ujian blom di buka jadi semua mahasiswi yang akan mengikuti ujian ini berada di luar ruangan, gerbang itu bakal dibuka ketika udah mau mendekati waktu masuk buat ujian.


Sampai sini belum ada masalah apa-apa kan ya, aku hafalan biasa bareng temenku sambil membaca Alquran yang kubawa, ketika mendekati waktu masuk ujian akhirnya gerbang itu dibuka dan semua mahasiswi mulai mendekat ke pintu masuk untuk mencari ruangan ujian mereka masing-masing, begitu pun aku dan temanku.


Sudah kuhafal baik-baik nomer kelas tempat ujianku, aku mendekati gerbang gedung yang baru dibuka itu sambil mencari teman yang satu ruangan denganku, tapi sayangnya aku tidak tau dimana tempat ruanganku dan dengan yakinnya aku besama temanku naik ke lantai paling atas di ruangan yang biasanya kami pakai untuk kelas kuliah, tapi nihil disana pun yang ada malah orang-orang yang juga kebingungan tempat, membuatku makin panik.


Akhirnya setelah kesana kemari mencari tempat ruangan ujianku, aku memutuskan untuk kembali ke lantai paling bawah lalu bertanya kepada dosen pengawas yang sedang bertugas dan ternyata ruanganku berada di lantai paling bawah ini, akhirnya aku menemukan ruangan ujianku disaat yang lainnya sudah mulai duduk untuk murojaah Qur'an sebelum ujian dimulai, sedangkan aku dengan sedikit tergesa dan grogi masuk ke dalam kelas tanpa murojaah terlebih dahulu karna sudah ada peringatan dari pengawas untuk mengumpulkan tas yang kami bawa dengan menyisakan alat untuk ujian tulis ini karna waktu yang semakin dekat dengan dimulainya ujian.


Komentar

Postingan Populer